Drs. Yusdani, MSc. : Globalisasi Menggerus Religiusitas Generasi Muda

Adanya serbuan kultural yang mempengaruhi generasi muda menjadi salah satu dampak globalisasi. Bangsa Indonesia, sehubungan dengan globalisasi ini menghadapi problem yang cukup serius, yakni mulai memudarnya sinyal religiusitas dalam masyarakat dunia, terutama di kalangan generasi muda. Tak ayal memang, globalisasi berimplikasi pada perubahan cultural dan sosial. Hal ini dinyatakan Dosen FIAI UII sekaligus Periset pada Pusat Studi Islam (PSI) UII pada acara Kuliah Umum Dirosah Islamiyah Angkatan Kedua, Sabtu (7/4).

Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII ini dimaksudkan guna memberikan nilai plus memperkokoh wawasan ke-Islaman bagi para aktivis lembaga dan komunitas dakwah di UII. Bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. Sardjito Kampus Terpadu UII, kuliah umum dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Ir. Bachnas, MSc. Turut hadir pula Kadiv. Pendidikan dan Pembinaan Dakwah (PPD) Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag. beserta para staf DPPAI UII lainnya.

Arus globalisasi, lanjut Drs. Yusdani, akan menggerus lokalitas dan tatanan baku yang ada. Proses globalisasi akan berbenturan dengan upaya mempertahankan tradisi dan paham keagamaan. Parahnya, yang paling rawan terkena dampak ini adalah generasi muda. “Ringkasnya, globalisasi tidak hanya mempengaruhi transformasi sosial progresif dalam bentuk kemajuan teknologi namun juga keruntuhan budaya”tegasnya.
Untuk itu, dalam materinya berjudul ‘Pengembangan Ilmu di Masa Depan’, pihaknya mengajak para mahasiswa UII sebagai cendekiawan muslim guna menjadi agen dalam memberikan pencerahan pada masyarakat. Terlebih, UII sebagai sebuah lembaga akademik yang mengusung misi ‘Islam rahmatan lil `alamin’ serta slogan ‘beramal ilmiah-berilmu amaliah’ sudah saatnya mengambil langkah strategis dan konkrit menciptakan pengembangan ilmu berdasar nilai – nilai transcendental (profetik). “Yakni, suatu ilmu berasaskan humanisasi (amar ma`ruf), liberasi (nahyi munkar), dan transendensi (tu`minu billah)”jelasnya rinci.

ImageSementara itu, WR III Ir. Bachnas MSc. mengingatkan agar mahasiswa UII selalu berpegang teguh pada nilai – nilai Qur`an dalam menghadap kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Menurutnya, majunya zaman ini merupakan suatu Sunnatulloh (ketetepan Allah SWT) yang semestinya manusia sebagai hamba dapat meyakininya. “Kemajuan zaman dan kemodernan ditandai dengan adanya sesuatu dari ketiadaannya. Sudah ada sejak dahulu bahkan sejak zaman para Nabi seperti kaum Nabi Luth AS yang mampu membuat rumah dari batu”terangnya.

Ir Bachnas menegaskan bahwa AlQur`an merupakan referensi semua ilmu yang semestinya  menjadi acuan dalam penelitian ataupun kegiatan ilmiah. “AlQur`an merupakan sumber ilmu, namun jarang untuk diteliti, dianalisis, dan dibuktikan. Kami berharap mahasiswa UII dapat membudayakan telaah Qur`an dalam segala aktivitas, terutama penelitian ilmiahnya”harapnya.

“Segala ilmu milik Allah SWT, merupakan suatu kesatuan. Oleh karenanya, setiap insan yang menguasai ilmu sejatinya dapat mendekatkan dirinya pada Allah SWT. Ringkasnya, ilmu pengetahuan adalah jalan tercepat menuju syurga”ungkapnya yakin.

Sumber: http://www.uii.ac.id/content/view/1863/?lang=idImageImage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s